Diterjemahkan secara bebas dari Islam Online
Pemimpin muslim Eropa telah mengecam sayembara berhadiah yang ditawarkan oleh Al-Qaida di Irak untuk membunuh kartunis dan reporter Swedia atas publikasi kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW.
“Kami tidak sependapat dengan hal ini sama sekali. Membunuh sesorang jelas merupakan perbuatan kriminal”, ungkap Helena Benouda, ketua Dewan Muslim Swedia yang merupakan organisasi payung muslim di negara tersebut, dalam statemennya.
“Perbuatan tersebut sia-sia dan konyol, apalagi pada momen bulan Ramadhan seperti saat ini”, imbuh dia.
Benouda mengatakan bahwa organisasi-organisasi muslim di Swedia masih mampu mengatasi sendiri isu kartun tersebut.
Seperti diberitakan belum lama ini kelompok yang menamakan diri mereka Negara Islam di Irak, yang merupakan salah satu sayap organisasi Al-Qaida, telah menetapkan sayembara berhadiah 100 ribu USD untuk kepala kartunis Lars Vilks dan 50 ribu USD untuk Ulf Johansson, pemimpin redaksi harian lokal Nerikes Allehanda yang mempublikasikan karikatur tersebut bulan lalu.
Statemen yang keasliannya belum dapat dikonfirmasi tersebut juga mengancam untuk menyerang perusahaan-perusahaan Swedia kecuali jika “tentara salib” menyatakan permohonan maaf.
Pada tanggal 18 Agustus, Nerikes Allehanda memuat kartun, yang menggambarkan kepala seseorang yang mereka sebut sebagai Nabi Muhammad pada tubuh seekor anjing, dan telah menyebabkan kemarahan muslim di seluruh dunia.
Jan Thesleff, duta besar Swedia untuk Arab Saudi, telah bertemu dengan sekretaris jendral Organisasi Konferensi Islam (OKI), Ekmeleddin Ihsanoglu di kantor pusatnya di Jeddah.
Menurut keterangan resmi OKI, Thesleff telah menyatakan permintaan maaf atas kontroversi yang muncul akibat karikatur yang melukai umat Islam tersebut.
Perdana Menteri Swedia Fredrik Reinfeldt sebelumnya juga telah menggelar pertemuan dengan pemimpin muslim Swedia dan dengan duta-duta besar dari 22 negara Islam pada bulan ini dalam rangka meredakan ketegangan yang terjadi.
Muslim Swedia telah menegaskan berulang-kali untuk mengatasi krisis tersebut secara damai tanpa melibatkan negara-negara luar.
Sementara itu, presiden Federasi Organisasi Islam di eropa (FIOE) yang berpusat di Brussel, Chakib Benmakhlouf, juga secara tegas mengecam ancaman tersebut.
“Islam memerintahkan kita untuk menghargai perjanjian dan kesepakatan, dan menghargai hak hidup dan kehormatan orang lain,” ungkap dia dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan ke IslamOnline.net.
Ia menghargai upaya pemerintah Swedia dan orang-orang muslim di negara tersebut atas kearifan mereka dalam menangani krisis tersebut.
“Krisis tersebut belum menyebar dan semestinya tidak dimanfaatkan untuk merusak hubungan harmonis yang selama ini telah dinikmati oleh masyarakat Eropa. Kita harus menghindarkan diri dari tindakan-tindakan yang mencoreng citra Islam dan dari tindakan yang justeru menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada manfaatnya bagi umat Islam,” ungkapnya.
Di kesempatan lain, Kamal Helbawi, seorang pemimpin komunitas muslim yang berbasis di London, mengatakan bahwa hadiah sayembara sebesar itu lebih baik digunakan untuk mempromosikan pemahaman terhadap Islam.
“Kampanye mengenal-Islam adalah senjata paling efektif dalam melawan kartun semacam itu,” ungkap dia kepada IslamOnline.
Ia mempertanyakan manfaat dibalik sayembara pembunuhan kartunis dan pemimpin redaksi tersebut.
“Akankah mereka menjadi orang-orang terakhir yang menhina Nabi?” tanya dia secara retorik.
Ia juga mengingatkan akan risiko yang harus ditanggung minoritas muslim di Eropa jika terjadi kedua orang tersebut dilukai.
Ia mencontohkan pembunuhan sutradara film dari Belanda Theo Van Gogh pada tahun 2004 atas film dokumenter anti Islam yang dibuatnya telah menimbulkan sikap anti-muslim yang hebat dan menyebabkan puluhan masjid dan sekolah-sekolah muslim dibakar sebagai akibat balas dendam.
