Oktober 13, 2007...9:38 am

Orang-orang Swedia yang melakukan lompatan iman

Lompat ke Komentar

Diterjemahkan secara bebas dari: www.thelocal.se

Dari sekitar 400 ribu penduduk Swedia yang merayakan Idul Fitri, sekitar 5 ribu diantara mereka adalah orang asli Swedia yang telah memeluk agama Islam. Banyak diantara mereka yang pindah agama tersebut adalah perempuan. Dua diantara mereka menceritakan bagaimana mereka berusaha memadukan antara keyakinan mereka dengan harapan masyarakat.

Hidup di dalam salah satu masyarakat yang terkenal paling sekuler di dunia, Helena Benauoda berusaha melawan arus yang ada. Sebagai ketua Dewan Muslim Swedia (Sverige Muslimska Råd atau SMR), ia adalah termasuk salah satu figur tokoh yang pindah memeluk agama Islam. Tapi ia hanya satu dari ribuan etnik Swedia yang telah melakukan lompatan itu.

Berbasis di Masjid Besar Swedia yang terletak di lokasi yang sedikit ganjil di salah satu sudut distik Södermalm kota Stockholm, Benauoda mengatakan pergaulannya dengan remaja-remaja saat ia berumur 19 tahun mendorong dia untuk melihat lebih dalam tentang Islam yang pada akhirnya mengantarkan dia masuk agama ini.

”Saya membaca Al-Quran dalam bahasa Swedia, tetapi itu ternyata hanya menyajikan sudut pandang penerjamahnya. Saat ini ada berbagai terjemahan (Al-Quran) yang menawarkan interpretasi yang beragam dalam bahasa Swedia, sehingga anda tidak harus berbahasa Arab untuk memahami Islam, sekalipun itu (kemampuan bahasa Arab) akan banyak membantu (dalam memahami Islam)”.

Benauoda mengenang proses masuknya dia ke dalam Islam dari sejak masih ia sangat muda.

Benauoda berpendapat bahwa sesungguhnya jumlah orang-orang Swedia yang masuk Islam lebih dari 5 ribu orang seperti yang selama ini tercatat oleh Biro Pusat Statistik Swedia. Banyak orang yang menyembunyikan identitas agama mereka sebagai urusan pribadi, ungkapnya. Tidak diragukan lagi, menurut dia, bahwa banyaknya muslim yang berimigrasi ke Swedia selama beberapa dekade terakhir menjadi salah satu faktor berpengaruh terhadap masuknya orang-orang Swedia ke dalam Islam.

Secara umum, penduduk Swedia berjumlah 9 juta, 300 hingga 400 ribu setidaknya mengaku sebagai muslim. Menurut pemikiran Benauoda, para imigran-imigran tersebut telah ”membuka mata dan pemikiran terhadap agama secara umum, tidak terbatas hanya kepada Islam saja”.

Banyak orang di Swedia sedang mencari hakekat spiritual hidup. Bahkan mereka yang anti agama sekalipun menemukan diri mereka tertarik pada agama ketika mereka mulai mempelajarinya. Tetapi secara umum orang-orang di sini takut terhadap agama, karena mereka takut mati, dan faktanya beberapa agama mengajarkan bahwa manusia harus mempetanggungjawabkan perbuatan mereka di hari akhir”.

Takut akan agama tidak hanya khas di Swedia saja, akan tetapi juga terjadi di seluruh Eropa. Di banyak tempat di Eropa, agama diasosiasikan dengan korupsi, penindasan dan manipulasi perasaan dan pemikiran, kata Benauoda.

Sejarah Islam di Swedia bermula jauh sebelum gelombang imigrasi yang terjadi belakangan ini. Awal mulanya diperkirakan sejak pengembaraan Viking ke Timur Tengah dan Afrika Utara, akan tetapi orang Swedia yang pertamakali masuk Islam pada tercatat dalam sejarah pada awal tahun 1900-an. Sebagian besar mereka adalah kalangan diplomat dan orang-orang yang sering bepergian ke luar negeri.

Saat ini pindah agama mencerminkan seluruh tatanan pengaruh baru. Menurut Madeleine Sultan Sjöqvist, yang menulis thesis doktoralnya di Universitas Uppsala tentang masuknya wanita-wanita Swedia ke dalam Islam, banyak wanita ”melakukan pemahaman terbuka dan refleksif tentang makna komitmen agamis yang sesungguhnya, pada saat yang sama juga mereka mencari ’jawaban yang benar’ untuk mendorong berpikir lebih jauh tentang apakah hakekat gender, keluarga, masyarakat dan agama”.

Bersambung.

Keterangan gambar:
Helena Benauoda (sumber: IslamOnline.net)

Tinggalkan Balasan